Tulisanku #3
25/08/23
Perjalanan yang tidak pernah di rencanakan.
Hai ini putri, yang sedang menulis cerita tentang perjalanan yang tidak pernah direncanakan. Sekarang setelah banyak cerita yang tidak ku tuliskan mungkin ini adalah cerita dari doaku kepada tuhan tentang diriku yang tidak ku mengerti apa maunya.
Berhari-hari berbulan bulan aku sering mengaduh pada tuhan "apa yang sebenarnya diriku mau?, apa yang hatiku inginkan?" Sampai suatu saat doaku hanya satu " Ya Allah aku hanya percaya padamu aku hanya membutuhkan kebaikan yang kau turunkan kepadaku". Hanya itu, perjalanan ini memang perjalanan tanpa direncanakan tapi ternyata ini yang aku butuhkan ternyata aku butuh pergi untuk sementara dari semua kebisingan dari isi kepalaku yang tiap hari ku pikirkan, dan tiap hari ku resahkan. Aku memang tidak pergi seorang diri tapi ini pertama kalinya aku berani memilih untuk keluar dari zona nyamanku.
Aku sekarang berada di kota yang tidak pernah ku pikirkan selama hidupku aku akan kesini. Di kota yang tidak pernah ada dalam pikiranku akan menjadi tempat menghilangkan kebisingan dalam diriku, kota ini belum spesial tapi kota ini sudah kusenangi setelah 17 hari ini aku berhasil melepaskan kebisingan kepalaku satu persatu.
Aku tidak memikirkanya lagi, aku hanya memikirkan bagaimana aku disini di tempat ini tanpa memikirkan hal yang lain aku hanya memikirkan kota ini, tempat tempat caktiknya, jalanan jalanannya, bangunan bangunan, makanan makanannya, orang orangnya, dan semua hanya tentang kota ini.
Tapi rinduku dengan rumah tidak pernah hilang senyaman apapun tempat ini rumah adalah tempat paling ternyaman. Walaupun terkadang kita perlu pergi untuk sementara agar merindukan lalu pulang melepas rindu itu.


Komentar
Posting Komentar